KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang maha Esa
karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis
dapat menyelesaikan makalah ini. Tanpa pertolongan-Nya, penulis tidak akan
mungkin menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah ini disusun agar para
pembaca dapat memahami konsep dari materi kuliah yang membahas tentang “NEGOSIASI”.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis telah menghadapi berbagai hambatan. Baik itu yang datang dari diri penulis
maupun dari luar. Untuk itu penulis menghanturkan terima kasih
sebanyak-banyaknya kepada pihak yang telah membantu penyelesaian makalah
ini.
Makalah ini dapat dibaca untuk umum,
terutama bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah Perilaku Pengembangan Organisasi.
Dengan kata lain, pembaca dapat lebih mudah memahami isi makalah ini dengan bahasa yang digunakan
oleh penulis. Harus diakui bahwa makalah ini
jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, dimohon kritik dan saran dapat
langsung disampaikan kepada penulis.
Surabaya, 12 Juni 2013
Penulis
BAB
I
PENDAHULUAN
a. Latar Belakang Masalah
Dalam dunia bisnis, istilah negosiasi
bukanlah hal yang baru. Negosiasi digunakan untuk menjembatani dua kepentingan
yang berbeda, misalnya antara penjual dan pembeli atau antara produsen dan
konsumen. Oleh karena itu, agar terjadi suatau kesepakatan diantara kedua belah
pihak, diperlukan negosiasi.
Sementara itu, orang yang sering melakukan
negosiasi disebut sebagai seorang negosiator. Dalam setiap proses negosiasi,
selalu ada dua belah pihak yang berlawanan atau berbeda sudut pandangnya. Agar
dapat menemukan titik temu atau kesepakatan, kedua belah pihak perlu
bernegosiasi.
Dalam bab ini akan dibahas secara khusus hal
yang berkaitan dengan permasalahan negosiasi, seperti pengertian negosiasi,
proses negosiasi , keterampilan bernegosiasi dan tipe negosiator
b. Rumusan Masalah
1. Apa
pengertian negosiasi
2. Bagaimana
proses negosiasi
3. Ada berapa
keterampilan bernegosiasi
4. Ada berapa
macam tipe negosiator
5. Analisa
studi kasus
BAB
II
PEMBAHASAN
a. Landasan Teori
1.1.
Pengertian Negosiasi
Menurut Hartman, pengertian
negosiasi dapat berbeda-beda tergantung dari sudut pandang siapa yang terlibat
dalam suatu negosiasi. Dalam hal ini, ada dua pihak yang berkepentingan dalam
bernegosiasi yaitu pembeli dan penjual. Lebih jelasnya bahwa negosiasi merupakan suatu proses komunikasi
antara dua pihak, yang masing-masing mempunyai tujuan dan sudut pandang mereka
sendiri, yang berusaha mencapai kesepakatan yang memuaskan kedua belah pihak
mengenai masalah yang sama.
Salah satu tujuan orang bernegosiasi
adalah menemukan suatu keputusan atau kesepakatan kedua belah pihak secara
adil dan dapat memenuhi harapan atau
keinginan kedua belah pihak tersebut.
Untuk mendapatkan suatu kesepakatan
kedua belah pihak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain :
a)
Persiapan yang cermat
b)
Presentasi dan evaluasi yang jelas mengenai posisi kedua belah pihak
c)
Keterampilan, pengalaman, motivasi, pikiran yang terbuka
d)
Pendekatan yang logis untuk menciptakan dan mempertahankan hubungan yang baik
dan saling menguntungkan serta saling menghormati
e)
Kemauan untuk membuat konsesi untuk mencapai kesepakatan melalui kompromi bila
terjadi kemacetan
1.2. Proses Bernegosiasi
Proses negosiasi bukanlah proses
sesaat kemudian dapat dengan segera diperoleh hasilnya. Oleh karena itu
negosiasi merupakan suatu proses yang berlangsung secara kontinu atau
terus-menerus hingga tercapai suatu kesepakatan bagi kedua belah pihak.
Persiapan yang baik sebelum
bernegosiasi merupakan salah satu kunci sukses bernegosiasi.
Menurut Casse, proses bernegosiasi
ada tiga tahapan penting , yaitu sebagai berikut :
I. Tahap
Perencanaan
Tahap
perencanaan negosiasi membutuhkan tiga tugas utama, yaitu merencanakan sasaran
negosiasi dan memperjelas proses negosiasi
Sasaran negosiasi adalah hasil yang
diharapkan dalam bernegosiasi. Hal ini merupakan salah satu alasan utama
mengapa seseorang bernegosiasi. Penentuan sasaran sangatlah penting sebagai
arahan atau petunjuk dalam bernegosiasi.
Strategi negosiasi yang merupakan
cara untuk mencapai tujuan bernegosiasi. Untuk mencapai kesepakatan kedua belah
pihak memang diperlukan strategi yang tepat.
Proses negosiasi merupakan suatu
proses tawar-menawar yang diharapkan mampu menghasilkan suatu kesepakatan dikedua
belah pihak yang saling menguntungkan
II. Tahap
Implementasi
Tahap
implementasi merupakan tahapan peranan atau tindakan yang diperlukan agar
mencapai sukses dalam bernegosiasi
Implementasi
negosiasi memiliki beberapa komponen penting, antara lain :
a.
Taktik cara anda
Adalah bahwa Anda tahu
tujuan yang ingin dicapai, Anda bersikeras dan memaksa pihak lawan agar percaya
bahwalah Anda yang benar dan Anda terus menekan
b.
Taktik bekerja sama
Taktik ini menegaskan bahwa
Anda mau mendengarkan pihak lawan dan mengetahui apa yang ada di benak mereka,
Andalah yang memutuskan untuk bersikap reaktif(bukan proaktif) siap
bekerjasama.
c.
Taktik tidak bertindak apa-apa
Taktik ini merupakan sikap
keras kepala dalam bernegosiasi. Dalam hal ini Anda tetap bersikukuh pda
pendirian dan tidak mudah berubah.
d.
Taktik melangkah ke tujuan lain
Taktik ini menuntut Andalah
yang harus aktif menggeser suatu persoalan ke persoalan lain.
III.
Tahap Peninjauan Negosiasi
Tahap
ini merupakan tahapan setelah berlangsungnya suatu proses negosiasi. Ada
beberapa alasan penting mengapa tahap peninjauan negosiasi perlu dilakukan,
antara lain:
ü Untuk
memeriksa apakah Anda sudah mencapai tujuan anda
ü Jika
tidak, maka hal itu dapat menjadi pelajaran sekaligus pengalaman yang sangat
berharga bagi seorang negosiator
ü Jika
ya, maka pastikan apa yang sudah Anda lakukan dengan baik dan bangunlah
kesuksesan Anda.
1.3.
Keterampilan Bernegosiasi
Keberhasilan atau kesuksesan dalam
bernegosiasi dapat ditentukan oleh berbagai faktor penting,diantaranya adalah
keterampilan seseorang negosiator dalam bernegosiasi dengan pihak lawan
negosiasi. Menurut Hartman,ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan
dalam ketrampilan bernegosiasi (negotiation skills)antara lain.
1.Persiapan
Persiapan yang baik merupakan salah
satu kunci sukses negosiasi. Tanpa persiapan yang baik,hasil yang diperoleh
dalam bernegosiasi tidak akan memuaskan kedua belah pihak atau bahkan mengalami
kegagalan yang pada akhirnya menimbulkan kekecewaan bagi kedua belah pihak.
2. Memulai Negosiasi
Bagaimana memulai bernegosiasi? Ada
beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam memulai bernegosiasi,antara
lain: memilih waktu yang tepat, tempat yang tepat, pengaturan tempat duduk yang
tepat, menciptakan suasana yang positif dan santai, menetapkan agenda,
meumusakn tawaran / posisi pembuka, menghadapi konflik, berkomunikasi secar
efektif, meningkatkan ktrampilan mendengarka, peringatan, menciptakan
kesepakatan dengan lebih cepat.
3.Strategi dan teknik
Menurut kamus Webster, strategi
dapat mendefinisikan sebagai rencana atau metode yang teliti atau tipu daya
cerdik. Sedangkan yang dimaksud dengan taktik lebih mengacu pada setiap metode
yng digunakan untuk mencapai tujuan,yaitu mencapai kesepakatan dalam
bernegosiasi. Baik strategi maupun taktik menuntut ketrampilan khusus dalam
bernegosiasi. Negosiasi yang sukses bukan saja hasil dari perencanaan atau
persiapan yang baik, tetapi juga implementsi yang baik dari sebuah negosiasi.
4. Kompromi
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya
bahwa proses bernegosiasi melibatkan kedua belah pihak. Kompromi merupakan salah
satu upaya menuju pencapaian kesepakatan kedua belah pihak dalam bernegosiasi.
Dalam upaya menu kompromi, seseorang negosiator rmenyajikan kerangka dasar atau
garis besarnya terlebih dulu, kemudian melangkah pada perbedaan kedua belah
pihak secara lebih spesifik, dan akhirnya disajikan pernyataan yang bersifat
penilaian untuk mendukung posisi mereka sendiri.
5. Menghindari kesalahan taktis
Bagaimana seorang negosiator harus
menghindari kesalahan taktis? Agar negosiasi sukses, berikut ini adalah beberapa
hal yang perlu dihindari dalam melakukan negosiasi, antara lain: mengajukan
permintaan awal yang tidak logis (permintaan tinggi untuk penjual dan
permintaan rendah untuk pembeli), membuat konsesi bebas, memulai tanpa daftar
penawaran, melakukan negosiasi terlalu cepat,bernegosiasi saat
terkejut,menghargai tawaran yang tidak masuk akal, takut diam, marah, tidak
menuliskan hasil negosiasi, bernegosiasi pada saat lelah, mengecewakan bos
Anda, dan memaksakan bernegosiasi.
Menurut Casse, ketrampilan bernegosiasi
dapat dibedakan ke dalam dua kelompok besar, yaitu ketrampilan konvensional /
conventional skills (untuk negosiator konvensional) dan nonkonvensional
no-conventional skills (untuk negosiator nonkonvensional).
Menurut
Oliver,ada enam kunci dasar yang perlu diperhatikan dalam bernegosiasi, antara
lain: persiapan yang baik, berlatih, menggambarkan posisi Anda, membuat usulan,
penawaran, dan persetuuan. Masing-masing kunci dasar dalam bernegosiasi
tersebut dapat dijelaskan berikut ini.
1.
Persiapan yang baik
Negosiasi yang tidak disertai
persiapan yang baik tidak akan mampu menghasilkan kesepakatan secara optimal.
Semakin penting negosiasi, seiakan banyak persiapan yang harus dilakukan.
Lakukan identifikasi pada tahap persiapan atas hal-hal berikut: Kemungkinan
pihak lawan membuka pernyataan dan posisi, bagaimana Anda bergerak dari posisi
pihak lawan menuju aspirasi Anda, masalah potensial,rintangan, kesempatan,
kebutuhan dan pilihan yang dimiliki lawan Anda, bagaimana idealism dan garis
Anda, pertimbangan biaya setiap gerakan yang mungkin Anda buat dan itu dapat
menguntungkan pihak lawan Anda, dan antisipasi apa konsesi yang akan diberikan
oleh pihak lawan Anda.
2.
Berlatih
Berlatih bernegosiasi merupakan
kunci percaya diri. Hal itu dapat menjadi pintu pembuka besar atau kecil
masalah dan kesulitan yang akan muncul. Cobalah rinci bagaimana Anda berlatih,
pendekatan apa yang akan Anda gunakan, pernyataan kunci apa yang akan Anda
sampaikan, dan bagaiman Anda merespons pernyataan pihak lawan Anda. Jangan
bimbang dan ragu, berlatih dan berlatilah! Semakin sering berlatih dan selalu
memperbaiki diri setiap terjadi kekeliruan akan menjadikan modal dasar yang
berharga menuju kesuksesan Anda.
3.Menggambarkan posisi Anda
Pada beberapa titik, setiap sisi
menggambarkan posisi mereka dengan jelas. Tujuan Anda adalah bagaimana
memberikan kesempatan kepada pihak lawan untuk berbicara tentang berbagai hal
yang berkaitan dengan apa, bagaimana, kapan, dimana, dan mengapa negosiasi
perlu dilakukan. Anda harus dapat mengendalikan apa yang seharusnya anda
lakukan dan jangan terpengaruh oleh pihak lawan Anda.
4.
Membuat suatu usulan / proposal
Jika pihak lawan Anda mengisyaratkan
tidak membuat suatu usulan (proposal) yang ingin diajukan dalam bernegosiasi,
satnya bagi Anda untuk mengusulkannya. Hal itu juga akan memberikan suatu
konsensi yang terlalu dini oleh pihak lawan. Namun demikian, pada babak awal
tersebut janganlah terlalu berharap munculnya sebuah kesepakatan. Masih aada
kata-kata tawaran berikutnya yang perlu dipertimbangkan lebih lanjut dalam
bernegosiasi.
5.
Penawaran
Salah satu respon yang eektif dalam
bernegosiasi adalah bagaimana melakukan tawaran bagi pihak lawan dengan
cara-cara yang baik. Bagaimanapun, proses bernegosiasi tidak dapat dilepaskan
dengan proses penawaran. Gunakan kesempatan proses penawaran ini dengan
sebaik-baiknya.
6.
Persetujuan
Dalam proses penawara yang
intens,sangatlah mudah untuk melupakan apa yang telah disetujui. Sasaran dari
setiap kali bernegoisai adalah untuk mencapai kesepakatan. Suatu kesepakatan
itu tidak hanya terbatas pada hasil akhir dari kesepakatan, tetapi butir-butir
dari setiap kesepakatan juga menjadi bagian penting yang tak terpisahkan dalam
proses bernegosiasi.
Untuk mencapai suatu kesepakatan
yang baik (efektif) bagi kedua belah pihak, Anda perlu memahami dengan
sebaik-baiknya apa yang sebenarnya diinginkan oleh pihak lawan.
Menurut Mattock dan Ehrenborg, ada
sepuluh hal yang sangat diinginkan oleh pihak lawan Anda, antara lain (1) merasa
nyaman akan dirinya sendiri, (2) tidak merasa dibohongi, (3) sekutu yang kekal,
(4) mengetahui dan memahami lebih banyak, (5) menyelesaikan negosiasi tanpa
harus bekerja terlalu kera, (6) uang, barang, dan pelayanan yang bagus, (7)
diperlakukan dengan ramah-artinya didengarka, (8) disenangi, (9) komunikasi
yang jelas, (10) mengetahui kemampuan dan usahanya-dari Anda, bos, dan rekan
kerjanya.
1.4 Tipe Negosiator
Pemahaman yang baik terhadap
karakteristik atau ciri-ciri berbagai macam negosiator akan membantu
mempermudah Anda dalam menentukan strategi bernegosiasi. Menurut Casse, ada
empat tipe negosiator (types of negotiator) yaitu; negosiator curang,
negosiator profesioal, negosiator bodoh, dan negosiator naïf. Masing-masing
tipe negosiator dapat dijelaskan berikut ini:
1.
Negosiator Curang
Anda harus hati-hati berhadapan
dengan seorang negosiator yang curang karena pada dasarnya yang terlinta dalam
benak pikirannya adalah bagaimana memenangkan negosiasi dan mengalahkan Anda.
Bahkan, bukanlah mustahil dapat menghalalkan segala cara. Yang penting baginya
adalah dapat memenangkan negosiasinya.
2.
Negosiator Profesional
Seorang negosiator yang professional
akan tahu apa yang sedang dinegosiasikan, dan tahu bagaimana memperoleh apa
yang diinginkannya. Ia memiliki pengetahuan dan keterampilan bernegosiasi yang
baik. Yang tak kalah pentingnya adalah ia tahu banyak hal tentang lawan
negosiasinya.
3.
Negosiator Bodoh
Seorang negosiator yang bodoh
cenderung menghendaki kekalahan untuk kedua belah pihak. Tidak peduli apapun
yang Anda lakukan,ia akan berusaha sekuat tenaga agar tidak ada yang bisa
keluar sebagai pemenang. Oleh karena itu, untuk menghadapi negosiator Anda
harus memahami apa yang sebenarnya terjadi dibalik perilaku pihak lawan yang
bodoh atau pura-pura bodoh tersebut.
4.
Negosiator Naif
Pada umumnya ia adalah negosiator
yang tidak siap bernegosiasi, tidak tau pokok persoalan yang akan
dinegosiasikan, bahkan cenderung percaya begitu saja pada pihak lawan
negosiasinya.
BAB
III
PENUTUP
Menurut
Oliver, negosiasi adalah sebuah transaksi
dimana kedua belah pihak mempunyai hak atas hasil akhir. Hal ini memerlukan
persetujuan kedua belah pihak sehingga terjadi proses yang saling memberi dan
menerima sesuatu untuk mencapai kesepakatan bersama. Sementara itu Casse, negosiasi adalah proses dimana paling
sedikit ada dua pihak dengan persepsi, kebutuhan, dan motivasi yang berbeda
mencoba untuk bersepakat tentang suatu hal demi kepentingan bersama.
proses
negosiasi selalu melibatkan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi, mencari
suatu kesepakatan kedua belah pihak, dan mencapai tujuan yang dikehendaki
bersama kedua belah pihak yang terlibat dalam negosiasi.
menurut
Casse, ada tiga tahapan penting dalam bernegosiasi, yaitu tahap perencanaan
(sebelum negosiasi), tahap implementasi (selama negosiasi), dan tahap
peninjauan (setelah negosiasi). Menurut Casse dalam proses negoasiasi ada enam
tahapan penting yang perlu diperhatikan, antara lain : (1) persiapan, (2)
kontak pertama, (3) konfrontasi, (4) Kompromi, (5) Solusi, (6) konsolidasi.
Seorang
negosiator dapat melakukan berbagai peran penting dalam bernegosiasi, antara
lain : Berperan sebagai seorang pemimpin, faktual, analitis, reliasional,
intuitif.
Ada
empat tipe negosiator, yaitu negosiator curang, negosiator professional, negosiator
bodoh dan negosiator naïf.
-
Dalam melakukan negosiasi diperlukan seseorang yang mampu melihat peluang,
sabar, dan memiliki daya sensitifitas social yang tinggi
-
Sebelum melakukan negosiasi sehendaknya seorang negosiator mempelajari situasi
yang ada.
Penyelesaian
Sengketa Ekonomi secara Negosiasi
PT Sara Lee Indonesia, perusahaan besar yang bergerak di consumer product, diguncang masalah dengan karyawanya. Sekitar 200 buruh bagian pabrik roti yang tergabung dalam Gabungan Serikat Pekerja PT Sara Lee Indonesia, menggelar aksi mogok kerja di halaman pabrik, Jalan Raya Bogor Km 27 Jakarta Timur, Rabu (19/11/10).
Aksi mogok kerja ini,
ternyata tidak hanya di Jakarta namun serentak di seluruh distributor Sara Lee
se-Indonesia. Bahkan, buruh yang ada di daerah mengirim ‘utusan’ ke Jakarta
untuk memperkuat tuntutannya. Utusan itu bukan orang, namun berupa spanduk dari
Sara Lee yang dikirim dari beberapa daerah.
Dalam aksinya di depan
pabrik, para buruh yang mayoritas perempuan ini membentangkan spanduk berisikan
tuntutan kesejahteraan kepada manajemen perusahaan yang berbasis di Chicago
Sara Lee Corporation dan beroperasi di 58 negara, pasar merek produk di hampir
200 negara serta memiliki 137.000 karyawan di seluruh dunia.
Dengan mengenakan kaos
putih dan ikat merah di kepalanya. Buruh merentangkan belasan spanduk, di
antaranya bertuliskan: “Kami bukan sapi perahan, usir kapitalis”, “Rp 16
triliun, Bagian kami mana?”, “Jangan lupa karyawan bagian dari aset perusahaan
juga.” “Kami Minta 7 Paket”, “Perusahaan Sara Lee Besar Kok Ngasih
Kesejahteraan Kecil” juga tuntutan lain tentang kesejahteraan dan gaji yang
rendah.
Spanduk juga terpasang
di pagar pabrik Sara Lee, juga ada sehelai kain berisi tanda tangan para
pekerja dan 12 poster yang mewakili suara masing-masing tim dari berbagai
daerah, seperti Jakarta, Banyuwangi, Medan, Makassar, Denpasar, Jember,
Surabaya, Madiun, Kediri, Gorontalo, Samarinda, Lombok dan Aceh.
Poster dari Surabaya GT
tertera beberapa kalimat yang berbunyi: “Kami tidak akan berhenti mogok,
sebelum kalian penuhi tuntutan buruh, penjahat aja tahu balas budi, kalian?”
Juga poster dari Tim Banyuwangi menyuarakan: “Kedatangan kami bukan untuk berdebat,
kami datang untuk meminta hak kami, jangan bersembunyi di belakang UU, dan
jangan ambil jatah kami, ayo bicaralah untuk Indonesia.”
“Kami terpaksa mogok
karena jalan berunding sudah buntu dari pertemuan tripartit antara manajemen
perusahaan dengan serikat pekerja. Banyak tuntutan yang kami ajukan mulai
kesejahteraan, peningkatan jumlah pesangon dan kompensasi dari manajemen,”
ungkap seorang buruh wanita yang enggan disebut namanya.
Buruh takut menyebut
nama, sebab manajemen perusahaan akan terus melakukan intimidasi yang
menyakitkan. “Ini aksi dalam jumlah yang kecil, dan menggerakan lebih besar dan
sering melancarkan aksi, jika tuntutan kami tak dikabulkan,” sambungnya.
Perwakilan manajemen
sempat mengimbau peserta aksi mogok untuk kembali bekerja melalui pengeras
suara, namun ditolak oleh pekerja. Hingga kini aksi buruh terus bertambah sebab
karyawan dari distributor Jakarta, Bogor, Tanggeran, Depok dan Bekasi satu
persatu memperkuat aksinya itu.
Buruh lainnya mengatakan
kasus ini bermula dari penjualan saham Sara Lee dijual kepada perusahaan besar.
Ternyata, perusahaan baru itu Setelah enggan menerima karyawan lain, sehingga
nasib karyawan menjadi terkatung-katung. Bahkan, memutus hubungan kerja
seenaknya saja. Buruh pun aktif demo.
Sara Lee merasa malu
dengan aksi yang mencoreng perusahaan raksasa inim sehingga siap melakukan
perundingan tripartit. Sayangnya, hingga kini belum ada kesepakatan karena
manajemen perusahaan memberikan nilai pesangon yang sangat rendah, tak sesuai
pengabdian karyawan.
Cara Penyelesaian :
Cara Penyelesaian :
Menurut saya, Manajemen
PT. Saralee harus berunding terlebih dahulu dengan para buruh agar menemui
suatu titik kesepakatan. Jika PT. Saralee tidak memperoleh laba yang ia
targetkan, seharusnya ia dapat mengambil kebijaksanaan yang tidak membuat salah
satu pihak rugi akan hal ini. Perundingan secara kekeluargaan adalah
satu-satunya solusi yang dapat meredam demo. Jika demo terus terjadi, pihak
Saralee malah akan mengalami kerugian yang lebih besar lagi, karena jika
kegiatan operasional tidak berjalan seperti biasa, laba pun tidak akan
didapatkan oleh PT.Saralee.
- Solusi persoalan mikro perburuhan bisa diatasi dengan memperbaiki hubungan kontrak kerja antara pengusaha dengan pekerja. Transaksi kontrak tersebut sah menurut, jika memenuhi persyaratan dan ketentuan yang jelas mengenai :
a. Bentuk dan jenis
pekerjaan
b. Masa kerja
c. Upah kerja
d. Tenaga yang
dicurahkansaat bekerja
Jika ke empat masalah
diatas sudah jelas dan disepakati maka kedua belah pihak terikat dan harus
memenuhi apa yang tercantum dalam kesepakatan tersebut.
- Sedangkan aspek makro perburuan, prinsipnya setiap orang berhak mendapatkan kesejahteraan. Hal ini bisa dilakukan dengan 2 cara :
a. Pemenuhan
kebutuhan sandang , pangan dan papan , ditangguhkan kepada setiap individu
masyarakat (buruh)
b.
Terkait kebutuhan biaya pendidikan, layanan kesehatan dan keamanan menjadi
tanggung jawab negara untuk menyediakannya bagi setiap warga negara. Selain itu
negara juga memiliki tanggungjawab menyediakan berbagai fasilitas yang
memudahkan setiap orang untuk bekerja.
DAFTAR
PUSTAKA
Purwanto, Djoko Drs. Komunikasi
Bisnis Erlangga. Jakarta. 2006
Tidak ada komentar:
Posting Komentar